Chapter 3.2 – Switch-Case

Conditional SWITCH
Selain pengkondisian if-then-else, PHP juga menyediakan alternatif lainnya dalam melakukan coding pengkondisian. Alternatif tersebut bernama Switch, yang berbeda hanyalah sintaks penulisannya. berikut saya akan memberikan contoh pengkondisian if-then-else yang saya ubah menjadi switch-case.
<?
$Nama = "Bob";
if ($Nama == "Jim" ) {
echo "Namamu Jim<BR>";
} else if ($Nama == "Linda" ) {
echo "Namamu Linda<BR>";
} else if ($Nama == "Bob" ) {
echo "Namamu Bob<BR>";
} else if ($Nama == "Sally" ) {
echo "Namamu Sally<BR>";
} else {
echo "Nama tidak dikenali";
}
?>
Jika diubah menjadi switch-case maka akan menjadi
<?
$Nama = 'Bob';
switch($Nama) {
case "Jim":
echo "Namamu Jim<BR>";
break;
case "Linda":
echo "Namamu Linda<BR>";
break;
case "Bob":
echo "Namamu Bob<BR>";
break;
case "Sally":
echo "Namamu Sally<BR>";
break;
default:
echo "Nama tidak diketahui";
}
?>
Menggunakan metode switch-case ada yang harus diperhatikan, pemberian sintaks break; sangat berpengaruh pada alur logika pemrograman. Coba pada brs-11 anda hilangkan fungsi break; tersebut. Maka pada web browser anda akan tertulis nama Bob dan Sally, ya itu karena fungsi break yang bertugas untuk mengeluarkan alur dari switch telah anda hilangkan. Cukup dimengerti bukan?
Nah itu sekilas penjelasan tentang switch case apabila ada pertanyaan bisa langsung saja di bagian comment.






Recent Comments