Febry Hadinata Wordpress

Pendakian Gunung Batur

with 20 comments


Mt. Batur

Well, sebetulnya ini bukan cerita baru, karena kejadiannya sudah expired beberapa bulan lalu hehe. Ya! tepatnya bulan agustus 2010, ada rekan-rekan kantor yang ngajakin JJS (JalanJalanSubuh) ke gunung batur. Pucuk dicinta ulam pun tiba, sudah lama ingin outbound lagi, en akhirnya pas ada event ini 😀 langsung reply email “Count me in guys!”

Kalo kita main ke pulau seribu pura atau Bali, aktifitas yang ada nggak cuma sunbathing seharian di pantai, lihat tarian kecak api di uluwatu, watersport-an di tanjung benoa, bungee jumping di seminyak. Masih banyak yang gak kalah seru, salah satunya kegiatan menyiksa kaki dan stamina, yup *Hiking*!

Gunung Batur, gunung tertinggi kedua di pulau seribu pura ini memiliki ketinggian 1.717m.  Gunung ini letaknya di kecamatan Kintamani,  merupakan gunung nomor dua di bali, setelah Gunung Agung (3.142m). Sudah cerita lama gunung aktif satu ini meletus berkali-kali, hasil dari karya letusannya bisa kita lihat sekarang ini berupa kaldera. Kaldera yang dihasilkan letusannya merupakan salah satu kaldera terbesar dan terindah di dunia (menurut Prof Dr Reinout Willem van Bemmelen 1904-1983).

Tepat di kaki gunung ini terhampar Danau Batur, yang kalau di lihat dari atas mirip bulan sabit. Kalau mau dilihat lebih jauh lagi dari atas Gunung Batur selain Danau batur, juga masih ada Gunung Abang yang tepat di belakangnya ada Gunung Agung.

Oke well balik lagi ke cerita utamanya. Tujuan utamanya hiking ke gunung Batur tentu buat liat sunrisenya, so otomatis kita musti kongkalikong dengan waktu. Setelah rukun-rembug akhirnya diputuskan kita berangkat dari Kuta jam 23:30, perjalanan dari Kuta – Kintamani itu sendiri kurang lebih sekitar 2-2.5 jam.

Sampai di kaki gunung jam 02.00. Kita stretchin dikit, tarik urat kaki, lurusin tulang punggung,  sarapan roti, check perlengkapan ini-itu, en setelah semua siap, akhirnya mulai lah petualangan jam 02:30 dari kaki gunung.

Ada empat jalur yang bisa ditempuh untuk melakukan pendakian, namun yang pada umumnya digunakan hanya dua. Jalur pertama bisa dimulai dari  Pura Jati, dan lainnya lagi adalah jalur Toya Bungkah (ini jalur yang kita gunakan). Bermodalkan guide gratisan kang mas Zulkipli (teman kantor), medan pertama yang berupa jalanan aspal + rumah-rumah penduduk masih gampang dilewati. Ngga kerasa, 40 menit’an jalan, view berubah jadi hutan pohon pinus, medan sudah berupa tanah coklat agak licin. Sudut kemiringan juga mulai naik jadi 10-25 derajat.

Puas sama hutan pinus, kita ketemu the hardest partnya. Keluar dari hutan kita bertemu medan berpasir + endapan lahar yang membeku dengan sudut elevasi 30-60 deraja. Nah disini para member mulai bertumbangan satu per satu, dan bau konterpein mulai menyebar sana-sini ;)).  Kalo udah gitu akhirnya kita makin alon-alon asal kelakon, saling bantu + jagain satu sama lain.

Jam 4:40 kita sudah sampai di puncak. Di sana cuma ada satu kedai yang terbuat dari bambu, dimana biasanya para pendaki bisa memanjakan perut. Menu andalan ala kadarnya : supermie / minuman botol / telur rebus (around 7-15rb). Masih cukup sepi dan gelap, suhu di atas puncak berkisar 15°C, warna langit yang awalnya hitam perlahan mulai berubah menjadi biru. Turis asing plus guidenya mulai berdatangan satu per satu menunggu matahari terbit.

mt. Batur

Second Winner of Mitrais Photography Competition 2010 - febryhadinata

mt. Batur

Selesai ambil moment sunrise, dan matahari yang sudah mulai tinggi, akirnya kita memutuskan turun. Kalo berangkatnya kita sport nafas, nah jalur kembali kali ini kita sport jantung . Jalur kembalinya beda dengan jalur berangkat, jalur baliknya kita coba memutari pinggir kawah batur. Jalannya setapak yang  hanya cukup buat 1 pasang kaki, sebelah kanan-kiri sudah mirip shortcut langsung ke kaki gunung. Setelah jalan setapak, medan berikutnya turunan aga terjal yang ditutupi oleh pasir dan bebatuan. Well, sekitar 30 menit’an kita dibuat ngesot (merayap ala wajib militer), akhirnya ketemu lagi sama kedai tempat jual nasi + makanan lainnya, kali ini rentang harga menunya 15-50rb:). 15 menit jalan dari kedai, kita masuk kembali ke hutan pinus yang juga rute berangkat tadi. Dan jam 11 kita sudah ada diparkiran kaki gunung buat siap-siap pulang.

mt. Batur

Catatan kecil …
  • Selalu check cuaca, ramainya pendakian biasa terjadi pada bulan Juli – September.
  • Sewa guide / teman yang mengerti rute. (Umumnya jasa guide sekitar 300 – 400 untuk max 4 orang).
  • Perhatikan waktu, kalau pergi beramai-ramai biasanya frekuensi berhenti untuk istirahat semakin sering. FYI, dari kaki gunung ke puncak +-2.5jam
  • Minimalkan beban bawaan.
Checklist …
  • Senter
  • Baju ganti
  • Jas hujan
  • Minuman isotonik kalo dirasa perlu
  • Kotak P3K (counterpain, betadine, salonpas, perban, dll)
  • Karena suhu di atas cukup dingin, disarankan yang nggak kuat udara dingin bisa bawak jaket atau semacamnya
  • Sepatu nyaman en kuat, mengingat medan agak terjal serta berpasir pada bagian kerucut atas
  • Air minum secukupnya, yang pasti di atas sana nggak ada Circle K, Sejauh perjalann cuman ada beberapa warung, en jangan kaget juga sama harganya 🙂
  • Tripod + Kamera + Tas ransel yang pas di bahu dan punggung
Estimasi waktu …
  • Kuta – Kintamani : 2 jam – 2.5 jam
  • Kaki Gunung – Puncak : + 2.5 jam
Peta buta …

kisah lanjutan : Dare to Try?

Advertisements

Written by Febry Hadinata

25 February 2011 at 15:27

20 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. album lengkap poto yg menang kompetisi kmrn ya gan?mantabs deh 😀

    TamaGO

    2 March 2011 at 11:59

  2. saia gak tahu..
    ini gambar dibuat keren ama yang motret ato gimana…

    tapi yang jelas… berjalan di atas bukit.. *itu bukit bukan ?* berasa berjalan dipinggir bumi…

    Keren….

    salut dengen penjelajah alam yang berani dan juga berhati tawaduk terhadap alam..

    syelviapoe3

    22 April 2011 at 17:07

    • Itu gunung bukan bukit 😆😆😆😆😆

      Jayanz

      16 May 2017 at 12:40

  3. keren-keren.. udah menjelajah kemana aja?

    pulzzahut media

    19 May 2011 at 16:05

  4. Waaaah keren bangeeeeet

    meicaa

    31 May 2011 at 08:36

  5. @syelviapoe3 : photo asli hanya di adjust kontras-color, kalau ada waktu lama berlibur ke bali bisa dicoba hiking kesini, en untuk best timenya antara july – oktober.
    @pulzzahut : thanks! 🙂 baru bali aja :”)
    @meicaa : thanks meica 😀

    Febry Hadinata

    8 June 2011 at 18:50

  6. mantap foto2nya….

    serasa lara croft ya apalagi yang di jalur turun alternatif…. 🙂

    pembaca

    15 July 2011 at 17:59

  7. wooow.. keren bgt ko ^^

    farah

    17 September 2011 at 16:13

  8. serius loh foto2 keren banget. terutama yg pertama itu, yg masih ada bintang2nya. sampe tahan napas tadi liatnya 😀
    saya rencana mau mendaki Batur, tapi masih cari temen atau klub yg mau kesana. sejauh ini dapetnya paket wisata yg harganya bikin males :p
    punya saran gak komunitas pecinta alam di Bali yang bisa saya timbrungin.
    makasih ya!

    oh iya, infonya jelas banget dan sangat membantu 🙂

    mega sijabat

    10 January 2012 at 11:20

  9. […] pas setahun tulisan Pendakian Gunung Batur ditulis, tepatnya selisih 2 blog di bawah ini. Nah sempat July 2011 melakukan pendakian lagi untuk […]

  10. Aku pernah ke Gunung Batur tapi ga sampai puncaknya karena alasan waktu yang ga pas, nah ini mungkin bulan Juni mau kesana.Duh terimakasih penjelasannya yang detail…semoga kesampaian nanti ampe di puncaknya Gunung Agung.

    Ahmad Zaelani

    6 May 2012 at 17:56

  11. @mega sijabat makasih udah mampir, coba bisa hubungi sodara-sodara kaskus regional Bali, biasanya mngkin ada juga yang seperti mas, mau jalan tapi ga ada temen 🙂 buat aja 1 thread 🙂

    @Ahmad Zaelani sep ditunggu ceritanya dari Batur 🙂

    Febry Hadinata

    11 May 2012 at 21:33

  12. […] yes, hat-trick! Buat yang belum tahu kisah Batur, dan bagaimana ke puncaknya bisa dibaca di post-post sebelumnya. Sedikit berbeda dengan perjalanan sebelumnya, kalau sebelumnya kita berangkat […]

  13. boleh minta no.contact nya mas? saya mau ke batur dan agung..siapa tau mau berbagi info sama saya 😀

    Ayu N Surya

    9 August 2012 at 13:59

  14. jepretannya mantap banget, panorama yang indah…bener-bener indah

    pinjaman tanpa agunan

    20 April 2013 at 14:25

  15. Halo,
    mau tny waktu kmrn pakai guide atau travel gak ya? rencana mau ke Batur pd Bulan november nih.. kalo ada referensi guide/travel (yg bs jemput dr Kuta), mohon infonya ya..
    makasih 🙂

    ynd

    19 August 2013 at 18:01

  16. mas foto-fotonya bikin nyesek mas. bagus bagus.
    oia saya kalau jadi tanggal 26 mau hiking di batur. disana sangat dingin apa masih masuk akal ya?

    ayuningdyah

    22 October 2014 at 16:04

    • Baru sempet balas, harusnya dah cukup normal sih suhunya tanggal sgini 🙂

      Febry Hadinata

      28 October 2014 at 22:45

      • Ah kebetulan sekali. Ini saya baru aja sampai surabaya. Akhirnya berhasil menyaksikan keindahan sunrise di batur 🙂

        ayuningdyah

        29 October 2014 at 00:35


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: