Febry Hadinata Wordpress

Dare to Try?

with 6 comments


Sunrise Batur

Hampir pas setahun tulisan Pendakian Gunung Batur ditulis, tepatnya selisih 2 blog di bawah ini. Nah sempat July 2011 melakukan pendakian lagi untuk kedua kalinya, so meskipun belum sempat ganti halaman part I di bawah ini, ga ada salahnya nulis lagi kisah kelanjutannya.

Jadi ceritanya mirip-mirip sama yang part I, pendakian waktu itu dilakukan bersamaan dengan teman-teman kantor yang penasaran sama kegiatan lain di Bali. Since di Bali hiburan yang terkenal itu biasanya cuman beaching, surfing, or snorkling, akhirnya pada penasaran sama yg namanya kegiatan Hiking. Di Bali sendiri ada banyak gunung yang bisa kita daki, salah duanya yang paling sering adalah Gunung Batur en Gunung Agung. Dasarnya kita pingin Hiking tapi stamina yang ikutan masih kelas-kelas newbie (termasuk yg nulis *uhuk), so ya pilih yg paling mudah en terjangkau lah buat kapasitas paru-paru … sepakat akhirnya *ketok palu* sambil ngucap “Gunung Baturrr”.

sunrise batur mountain

Dibahas di post sebelumnya, kalau yang namanya Gunung Batur itu gunung yang tinggi itu ya *eh?, meski belum bisa mengalahkan pesona gunung Rinjani (Lombok), tapi sempat gunung satu ini di nobatkan sebagai salah satu gunung yang berkaldera terbagus di dunia (menurut Prof Dr Reinout Willem van Bemmelen 1904-1983). Gunung api aktif yang berada di kecamatan Kintamani ini sudah tercatat 26 kali menumpahkan lahar panas sejak tahun 1804, dan hasil dari karya letusannya bisa kita lihat seperti sekarang ini.

sunrise batur mountain

Sudah bukan hal umum lagi jika kegiatan mendaki Gunung Batur ini merupakan tren tersendiri. Banyak wisatawan yang memasukkan aktifitas Hiking kedalam list itinerary mereka. Umumnya mereka melakukan pendakian pada musim kemarau (July – Oktober), dimana matahari pas lagi panas-panasnya en intensitas hujan minim-minimnya. En kalo kita lucky, kita bisa bawak pulang jackpot foto sunrise yang dramatis dari yg warnanya golden diselimuti kabut tipis sampai yang diikuti awan  berarak-arak.

Pejuang dini hari ini biasa bermalam satu hari sebelumnya di penginapan sekitar Toya Bungkah,  dan jam 2 pagi sudah mulai siap-siap melakukan pendakian, tapi banyak juga yang berangkat dari Denpasar / Kuta. Untuk kamu yg mau melakukan pendakian tapi belum cukup PD, bisa coba cari bapak guide di pos sekitar’an lapangan parkir Toya Bungkah, biasanya bapak-bapak disana punya pricetag 70.000 an per orang (yang tentunya negotiable), dan biasa mereka sekali jalan bisa 4 – 5 orang sekaligus. Jadi kalo kamu berangkat berbanyak, bisa langsung tembak harga super netnya, en kalo puas bisa deh kasih tambahan bonus, hitung-hitung membantu guide yg juga kebanyakan warga setempat.

Pendakian kapan hari kita menggunakan jalur yang sama, baik pergi dan pulang so cerita medan pendakiannya mirip dengan yg sebelumnya ya, pergi terseok-seok, pulangnya mengadu nasib 🙂

Oke soo yang penasaran sama indahnya gunung batur, bisa lihat langsung photo-photonya dibawah ini. Just sit back and enjoy it *cheers

Dare to try?
-febryhadinata

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Sunrise Batur

Advertisements

Written by Febry Hadinata

27 January 2012 at 12:01

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. GILA! Your photography skills are outragiously awesome! Really like the ones with the shrine. Lovely pics of mount batur 🙂

    Wibi Udayana

    28 January 2012 at 20:59

  2. KEREN Abis! Aku rencana tgl 24 mau ke Bali nih. Kalau dari Ubud ke Daerah Gunung Batur enakan naik apa yah?

    Vonnie

    21 February 2012 at 13:33

  3. @Wibi : thank you bro 🙂

    @Vonnie : bisa coba naik shuttle bus, biasanya banyak travel di pinggir2 jalan yang nawarin buat ke kintamani / tempat lainnya, tinggal di nego2 aja 🙂

    Febry Hadinata

    21 February 2012 at 13:48

  4. […] lanjutan : Dare to Try? -8.738255 115.171896 Share this:TwitterFacebookMoreLinkedInEmailStumbleUponPrintRedditDiggLike […]

  5. […] yes, hat-trick! Buat yang belum tahu kisah Batur, dan bagaimana ke puncaknya bisa dibaca di post-post sebelumnya. Sedikit berbeda dengan perjalanan sebelumnya, kalau sebelumnya kita berangkat […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: