Febry Hadinata Wordpress

Lombok, a piece of Heaven on earth — Part 1

with 6 comments


Lombok

Setengah tahun yang lalu, sempat lempar wacana ke teman-teman kantor buat cobain melewati selat buat menuju ke pulau seberang, pulau yang ga lebih besar en ga lebih kecil dari Bali, yeah pulau yang memiliki gunung ketiga tertinggi se Indonesia, pulau Lombok! Tapi wacana ga tinggal wacana, akhirnya bulan December 2011 terealisasi juga trip singkat 3 hari 3 malam itu. Yohee!

Mulanya wacana tadi kita bakal berangkat ber empat or enam bermodalkan motor (maklum budget traveler, dana minim, target traveling tetep harus maksimal) ;)) tapi ada teman yang nyeletuk (bilang, red) kalau bulan desember sudah mulai musim hujan. Well so daripada ribut sama alam en ga pernah menang juga, akhirnya diputuskan naik mobil, dan yang ikut total pas 12 orang 🙂 yeah the show must go on. Tujuan utama kita trip ke Lombok adalah buat wisata bahari, artinya bakal banyak di airnya daripada perjalanan daratnya, bicara air dan Lombok tentunya ga lepas dari yang namanya Gili. Ditambah dengan data peserta yang ikutan mayoritas maniak snorkling-diving, diputuskan kita bakalan nyelem ria di Gili Trawangan dan Gili Nanggu. Aye aye captain!!

Lombok

Oke, perjalanan ke Lombok kali ini karena budget minim pastinya menu : naik Pesawat kudu di coret since masih ada opsi murah lainnya meskipun nyiksa pantat *klisee. Rute 3D3N yang kita pakai : Bali – Lombok – Tanjung Aan – Gili Trawangan – Gili Meno – Gili Air – Lombok – Gili Nanggu – Gili Sudak – Gili Tekong – Gili Kedis – Lombok – dan balik ke Bali, dengan tidur 1 malam di kapal menuju Lombok, dan 2 malam di Gili Trawangan. Jadi singkat ceritanya, lebih banyak cerita tentang Gili Trawangan.

Padang Bai

Perjalanan naik kapal dari Padang BaiLembar umumnya menggunakan kapal Ferry, kapal ini biasanya available tiap jam, pokoknya kapal penuh langsung berangkat. Dan asiknya naik kapal Ferry ini mirip ikut undian lotre, kalo pas hoki bisa dapetnya kapal bekas made in Japan, komplit ada AC, bisa lesehan, tapi kalo apes ya cukup lah ber-Angin Cepoi2’an versi kapal tanker, jangan lupa sedia tolak angin! :). Tarif kapal Ferrynya sendiri udah harga nett, berbentuk tiket resmi, untuk tarifnya bisa dilihat di website indonesiaferry.co.id , yang paling ekonomis murah tentunya untuk perorangan (36ribu / orang dewasa). Harga orang dewasa dan anak-anak berbeda, bawa badan only / kendaraan bermotor harganya juga berbeda. Dan malam itu kita cukup apes harus merasakan naik kapal tanker, badan ditekuk tidur di kursi +5 jam, panas, plus diombang-ambingkan ombak.

Lombok

Lombok

Lombok

Pulau Lombok, salah satu dari dua pulau besar di kepulauan Nusa Tenggara Barat, yang luas kepulauannya hampir sama dengan Pulau Bali. Secara keindahan alam dan budaya kedua pulau ini mirip. Di Lombok kita bisa melihat budaya Bali, namun tidak berlaku sebaliknya.

Pagi itu sesampainya di pelabuhan Lembar kita sewa 2 mobil + supirnya, target pertama tentunya tak lain adalah Rumah Makan! 😀 Setelah makan ala kadarnya di rumah makan “lupa namanya” target berikutnya adalah Tanjung Aan (baca : An bukan A-An), sebuah pantai daerah Selatan Lombok yang cukup terkenal.

Sepanjang perjalanan dari Lembar – Tanjung Aan mata akan dimanjakan sama view landscape khas Lombok yang masih fresh. Akses jalan yang kita lalui bersinggungan juga dengan bandara baru yang baru saja diresmikan September 2011 kemarin, Bandara Internasional Lombok (BIL) di Praya Selatan. Jadi jangan heran apabila jalanannya lebar dan bersih, dan dibandingkan dengan Bali kondisi jalan di Lombok ini relatif sepi. Lampu penerangannya pun sebagian besar sudah tidak lagi menggunakan kabel, melainkan tenaga panel surya. Lebih bersih dan ramah lingkungan.

Dari sisi Landscape en naik turun perbukitannya, aku berani bilang Lombok lebih juara. Selain masih hijau, bentuk contour garisnya juga tampil lebih menjual untuk diphoto, ambil salah satu contohnya : perjalanan di sepanjang pantai selatan Senggigi menuju ke pelabuhan Bangsal, mata bakal dimanjain sama naik turunnya perbukitan yang masih hijau. Salah dua contohnya : Gunung Rinjani yang terletak di tengah sedikit ke Utara pulau ini, sayangnya karena kapan hari tujuan kita wisata bahari lautan, jadinya kita skip gunung satu ini.

Lombok

Tanjung Aan

Lembar – Tanjung Aan kurang lebih sekitar 2 jam. Pantai yang letaknya besebelahan dengan pantai Koeta ini masih minim fasilitas (hotel, restaurant, dll) mungkin karena pantai ini jarang di komersialkan, jadi masih sangat sepi. Ini untuk kali keduanya aku melihat pantai yang masih “perawan” selain Nammos Beach di Bali, warna airnya masih biru cyan dengan gradasi ke hijau tosca. Pasirnya putih aga sedikit kuning, dan bentuk mirip merica bulat, besar dan kasar. Googling-punya-googling ternyata pantai ini juga terkenal dengan sebutan Pantai pasir merica!

Dari Google maps bisa terlihat Tanjung Aan ini diapit oleh dua perbukitan besar mirip teluk, jadi bisa dipastikan ombak disini tenang. Dari tanjung Aannya, kalo kita berdiri disana kita bisa lihat komposisi warna laut cyan lengkap dengan latar belakang perbukitan warna hijau daun – kuning coklat, dan kalau cuaca lagi cerah biasanya ada tambahan awan yang bulat-bulat berbaris ga beraturan.

Kata orang lain ladang lain belalang, lain tempat lain juga habitnya, kayaknya ga berlaku di Lombok dan Bali ini, di tanjung Aan at least aku spotted 5 orang ibu-ibu yang style jual barangnya mirip ibu-ibu di Kintamani Bali sedikit memaksa. Tapi ya untungnya orang Indonesia terkenal ramah, cukup bilang “Tidak Bu terima kasih”, mereka juga akan stop, tapi ada juga sih yang beberapa tetap memaksa :b cuekin aja sambil tetap baca mantra di atas.

Oh ya, di sini juga ada pungutan liarnya (tipikal tempat pariwisata khas Indo gitu), naik ke atas bukitnya bisa di charge  2.000 per orang, but it’s really worth it kok.

#tips : buat yang suka moto + punya SLR, jgn lupa bekali lensa dengan filter CPL + Gradual ND + tripod. Ini surganya buat “landscaper”.

Lombok

Lombok

Lombok

Lombok

Lombok

to Gili Trawangan

Lanjut cerita, dari Tanjung Aan kita harus mengejar kapal terakhir ke Gili Trawangan, since dapat kabar dari teman, bahwa kapal terakhir berangkat pukul 5 sore. Kata orang ada seribu jalan menuju Gili Trawangan salah duanya naik speedboat atau naik kapal umum, dan traveler pelit hemat cukup naik kapal umum #ngeles. Untuk naik kapal umum kita perlu ke pelabuhan Bangsal – daerah Pemenang.

Dari Tanjung Aan – Pelabuhan Bangsal sekitar 2.5 jam. Sesampainya di pelabuhan Bangsal, baru turun sebentar buat merasakan view pulau three musketer di depan mata. Kita bakalan akan didatangi bapak-bapak yang nawarin naik speedboat (yang katanya Express) menuju ke Gili Trawangan. Kalo ga mau naik, cukup sebut mantra “Tidak pak, terima kasih”. Tapi kalo ada uang lebih en ga mau nunggu boleh lah naik speedboat itu, tapi siap-siap keluar uang 60-80ribu / orang.

Untuk versi tiket ekonomisnya menuju Gili Trawangan kita bisa langsung ke loket kecil, disana sudah ada harga tarif nett. Untuk Bangsal – Gili Trawangan harga tiketnya 10ribu / orang / oneway trip. Nantinya kita akan mendapatkan karcis berwarna dan diberitahu akan naik kapal warna apa dan kurang berapa orang lagi melalui pengeras suara.

*Selain menuju ke Gili Trawangan, masih ada juga kapal yang ke Gili Meno (8ribu), dan Gili Air (6ribu). Biasanya dibutuhkan waktu yang aga lama untuk menunggu kapal penuh, jadi pada umumnya orang-orang akan berangkat ke Gili Trawangan dahulu, baru ke dua pulau lainnya.

Cerita singkat tentang kapal yang kita tumpangi. Setiap kapal akan diisi 25 – 35 orang, dan jangan heran apabila di kapal kecil ini bakal ada ayam, hewan ternak lainnya, sayur-sayur’an, jerigen-jerigen air, dll since hanya kapal ini yang menghubungkan kebutuhan logistik lombok – gili trawangan. Jadi kapal ekonomis kita ini sungguh sederhana, mirip naik angkot, duduknya berhadap-hadap’an, sepanjang kanan-kirinya terdapat bambu.

#tips buat yang kurang kuat naik kapal / sensitif sama ombak laut disarankan melakukan penyeberangan sebelum jam 12 siang, lebih dari itu biasanya ombaknya udah liar. Beware.

*tobecontinued to Say Hi to Nemo!

Expense

  • Rent car + driver  : Kuta – Padang Bai Harbour : 350k / 7 = @50k
  • Ferry ticket : Padang Bai – Lembar : @36k
  • Rent car + driver : Day 1 in Lombok : 350k / 7 = @50k
  • Boat ticket : Bangsal – Gili Trawangan = @10k
  • #tobecontinued

cheers,
febryhadinata

Advertisements

Written by Febry Hadinata

20 March 2012 at 18:43

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. wih kenjeran :hammer:

    kenjeran lover

    2 April 2012 at 10:15

  2. […] dari kisah sebelumnya, kali ini tentang Gili Trawangan. Tapi sebelumnya mari kita flashback sedikit, secuil cerita […]

  3. This article really helps me,,,,,thanks a lot bro 🙂

    Lina

    30 May 2012 at 08:22

  4. […] dari part sebelumnya dongeng tentang snorkeling trip di Lombok dan Gili Trawangan. Akhirnya sampai juga di part terakhir Lombok Series ini, sempat di dua post […]

    • kereeeeeennn broh!!! thanks infonya,ada contact yg bisa dhubungi? saya mau ke Lombok juga nih,but I’ll keep my way to be an adventurer…mau via Ferry juga dari Padang Bai ke Lembar..*eh,iyakan?

      • iya seratus! Padang Bai – Lembar via Ferry, barusan cek harga udah naik 40rb / orang.

        Febry Hadinata

        25 April 2014 at 17:40


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: