Febry Hadinata Wordpress

Golden egg of Bali – Nusa Penida

with 5 comments


Nusa Penida - Golden Egg of Bali

Konon katanya banyak yang mulai bosan kalo liburan ke Bali, gantian ditanya udah kemana aja, jawabannya pasti pada serempak, spot itu-itu lagi, spot sejuta umat. Wehee, ya udah mari kita napak tilas ke spot lain, yang ga jauh-jauh amat masih di area Bali.

Antara sadar atau belum, kalo kalian buka peta Bali pasti akan keliatan 3 pulau di kanan bawah, yg ukurannya sedang – kecil dan besar. Banyak yang sekilas udah pada tau, tapi belum pada kenal kan? Nah, mari kita kenalan.

Tiga pulau bersaudara di sudut tenggara Bali, yes three-musketeer from south-east of Bali, Nusa Lembongan – Nusa Ceningan dan Nusa Penida. Dari 3 bersaudara ini, sebut paling atas-tengah-dan bawah. Paling atas dan tengah satu paket kakak-adik, yang hanya ditautkan oleh jembatan pegas (suspension-bridge), Nusa Lembongan dan dibawahnya paling imut-imut Nusa Ceningan, dua kakak-adik ini bisa dibilang lebih terkenal dari pada yang paling besar.

Good newsnya buat kalian para sea-enthusiast yang kecanduan dengan bau laut ato suka cuci mata dengan view dasar laut, tiga pulau ini termasuk surga! Banyak spot yang wajib diselami, kalo startnya dari Nusa Lembongan, bisa mulai dari pantai Jungut batu. Gak susah buat cari jasa sewa kapal, jalan 5 menit di pesisir pantai biasanya ada yang nawarin. Nah tapi porsi bahas Nusa Lembongan dan Ceningan akan ditulis di post berikutnya. Sekarang mari kita fokus sama yg belum ngehitss. Yes, Nusa Penida pulau yg paling besar.

Nusa Penida - Golden Egg of Bali

Nusa Penida - Golden Egg of Bali

The Golden Egg of Bali

Meski namanya masih redup-redup di telinga, bukan berarti tempat ini gak layak masuk travel-bucket-listmu. Pulau yang jauh dari huru-hara kehidupan kota ini termasuk dalam segitiga terumbu karang dunia (the Global Coral Triangle besutan WWF; selain nusa penida masih ada Savu Sea Flores, dan Wakatobi). Yes, pulau ini ditetapkan sebagai konservasi perairan, yang artinya ekosistem bawah lautnya dijaga dan dilestarikan, baik terumbu karang dan ikan-ikannya. Jadi jangan heran kalau yang suka snorkeling banyak ngeliat warna-warni ikan en terumbu karang.

Untuk urusan bawah laut area sini memang juaranya, sebut spot-spot snorkeling diving (Mangrove, Gamat Bay, Crystal Bay, Manta Cove, Manta Point) cukup sewa boat lalu kita bakal diajak tour ke 3-5 spot legendaris itu. Dan berhubung perjalanan kali ini gak termasuk ekspedisi bawah laut, jadi kita akan skip tentang underwaternya. Kita lanjut bahas yang nampak di permukaan 🙂

Diterawang dari segi nasib, pulau ini bisa dikatakan belum seberuntung dua saudaranya, Lembongan dan Ceningan, nampak jelas dari tempat-tempat wisata yang masih jarang diolah. Masih minimnya papan petunjuk ke spot-spot “legendaris”, masih kurangnya restaurant atau cafe untuk sekedar ngopi-ngopi cantik. Tapi di balik belum nge-hitnya inilah yang membuat suasana di sini agak berbeda.

Nah, buat yang punya jiwa nature-seeker, suka dengan bau-bau alam / pemandangan, bakal banyak kejadian eyegasm disini. Sebut spot-spot seperti Pasih Uug, Mata Air Seganing, Mata Air Temeling, Mata Air Guyangan, Atuh Beach, PED, Puncak Mundi, dll hampir semua spot itu memiliki packaging yang berbeda dengan yang di Bali, mayoritas masih alami, tanpa tukang parkir, tanpa loket tiket masuk, tanpa toilet umum, dan akses masuk yang susah. Nah beneran kan alami :’D, So, let’s the journey begin 🙂

Nusa Penida - Golden Egg of Bali

Look and feel …

Oke berbicara tentang casing nusa penida itu aga rumit, jujur rumit nulisnya, but let’s try. Begitu mendarat di Toyapakeh, kita bakal di sambut dengan pemandangan kapal-kapal nelayan yang sedang parkir rapi, lengkap dengan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di sebelah barat as backgroundnya. Geser sedikit menghadap utara kita bisa  melihat gunung tertinggi di Bali, gunung Agung. Ok, lalu jalan dikit pasti banyak mas-mas yang nowel buat nawarin transport motor, well, soal harga yang di patok biasanya tergantung musim berkisar (80-120rb / hari – lebih mahal? iya, maklum rental motor disini masih belum sebanyak di Bali). Dan disarankan buat sewa motor daripada jalan kaki … ini bukan Gili trawangan yang cuma jalan kaki 2 jam sudah terjangkau semua, kecuali emang kamu berjiwa petualang sejati :’)

Lanjut bergeser ke arah selatan, ke tengah pulau, mungkin feelnya sudah aga beda, yang ekspetasi semula berharap cuci mata dengan warna hijau, mulai sedikit berasa kecewa… 😀 karena mayoritas view di tengah berwarna kuning gersang :’), begitulah kesan pulau ini menurut versiku : gersang, kering, en tandus. Karena konon katanya pulau ini adalah bentukan dari batu kapur dengan kondisi tanah berkarang, dan dengan minimnya ketersediaan air tawar. Jadi bisa dipastikan kurangnya lahan subur untuk bercocok tanam inilah penyebab gersang dimana-mana 🙄

Secara geografis pulau kecil ini berbentuk mengerucut pada sisi tengahnya, dan hampir semua akses dari utara ke selatan atau dari timur ke barat harus selalu melewati main road di tengah pulau ini. Untuk para smart-traveler wajib untuk cek peta pulau ini, at least biar ada gambaran dimana kamu akan berlabuh, dimana spot bagus A, B dan C … Kalau dilihat sekilas bisa dibilang ukuran pulau ini termasuk mungil, apalagi kalo dibandingkan dengan pulau Bali. Tapi jangan ketipu dulu, itu cuma ilusi, diukur sisi kanan-kiri mungkin hanya 20km, tapi jangan lupa juga medannya naik turun aga curam :’) dan satu hal yang bikin traveler ngelus dada disini, yaitu kondisi jalannya … rata tertutup aspal kira-kira 20%, sisanya 80% lubang dimana-mana. Jadi siapkan mental dan fisik serta pantatmu :p #initips.

Cara kesana …

Ada beberapa alternatif untuk ke pulau ini, bisa melalui pelabuhan Sanur atau dari pelabuhan Padang Bai. Kalo stay di Denpasar atau Kuta paling enak berangkat menuju Sanur, lebih dekat, cukup standby dari pagi untuk beli tiket di loket resmi / beberapa penyedia fastboat. Untuk jamnya keberangkatannya sendiri beragam, ada yang jam 8:00, 08:30, 09:00, 10:00, tergantung penyedia fastboatnya, jadi untuk safenya bisa book tiket via telepon H-1 ke beberapa vendor (waktu itu aku menggunakan Maruti Expre*s/Marina Srik*ndi, untuk info vendor lainnya bisa tanya mbah google).

Harga tiketnya ada 3 jenis harga, harga lokal bali, lokal jakarta, dan harga turis asing, jadi jangan lupa untuk minta harga lokal. Untuk harga lokal (luar bali) Rp. 75.000,- (per tanggal 1-Aug, one way dari Sanur – Nusa Penida). Jadi yang punya penyakit sok jadi turis, plis disembuhin dulu :p

Nah kalau yang mau bawa kendaraan sendiri seperti mobil / sepeda motor, bisa menggunakan penyeberangan dari Padang Bai, en mendaratnya di daerah Ped. Soal harga bisa coba cek di webnya http://www.indonesiaferry.co.id/id/services/tariff

Tips :
# untuk posisi loket resmi di sanur tempatnya aga “nyelip”, setelah rumah makan Mak Beng Sanur, lalu terus ke arah pantai kurang lebih 150 meter ke arah kiri. (photo menyusul).

Nusa Penida - Golden Egg of Bali

Interesting Spot

Kalau iseng dan mau nge-list harusnya Nusa Penida ini punya banyak tempat wisata yang berpotensi untuk dilewatin. Aku cuma bisa share yang sudah dikunjungin dan beberapa yang terkenal.

Pasih Uug

Terletak kurang lebih 45-60 menit dari pelabuhan Toyapakeh ke daerah Sakti pesisir sisi barat. Sekilas penampakannya seperti photo di bawah, mirip Uluwatu. Nampak tebing tanpa pagar pembatas, dengan ombak yang relatif lebih kalem. Kalau pas lagi “hoki” kita bisa melihat ikan pari dan penyu dari atas tebing. Spot ini termasuk salah satu yang legendaris (must visit).
#tips: yang takut tersesat bisa masukin koordinat ini ke apps maps googlenya 🙂 (-8.732352, 115.451094)
Nusa Penida - Golden Egg of Bali

 

Atuh Beach

Berada di ujung pulau ke arah tenggara (south-east), menjulang pesisir pantai pasir putih dengan panjang sekitar 150 meter. Dan ga cuma pasir putih itu aja, di atas tebingnya kita bisa ngelihat pantai dan ada pulau batu besar di sekitarnya. Well buat yang pertama kali ngelihat view seperti ini mungkin bakal ngalamin eyegasm, dan itu wajar, memang itu yang dicari 😀
Dengan view menghadap ke arah timur, tempat ini pasnya sih buat hunting sunrise. So far, spot ini bisa dibilang the best yang ada di Bali (versiku) :p. Meski kesininya harus melalui proses jatuh bangun ngesot merayap, pada akhirnya worth it dan wajib-wajib must visit.

#tips: buat yang mau hunting sunrise kesini dari arah Sakti (daerah utara), di peta jaraknya cuma sekitar 30km. Tapi dengan kecepatan rata-rata 20km/jam (eit, kondisi jalan ga ada mulus-mulusnya :’DD), kira-kira memerlukan waktu 1.5 jam. Berangkat lebih pagi sekitar jam 4 mungkin pilihan terbaik, harus dengan kesabaran extra + tekad kuat + doa sebelum berangkat + perut kenyang pasti bakal sampe. Hati-hati nyetirnya, karena sering dijumpai jurang tanpa pagar pembatas, woles broo 🙂

#P.S: sampai tulisan ini dimuat, aku sendiri masih belum tau caranya turun ke pantai di sebelah kiri itu (photo bawah) 🙄 dari arah Sakti kita pake panutan ke koordinat (-8.774787, 115.620216), dan berakhir di atas tebing, tanpa tau bagaimana caranya turun :?, mungkin next summer bakal explore lagi spot ini, khususnya cara ke pantai dibawah itu.

Nusa Penida - Golden Egg of Bali
Nusa Penida - Golden Egg of Bali
Nusa Penida - Golden Egg of Bali

 

Crystal Beach

Yes it is, another shemxy white sand beach in Bali, berlokasikan di daerah Sakti. Dengan posisi menjorok ke daratan dan ada satu pulau kecil ditengahnya. Di pulau itu terdapat pura untuk ritual sembayangan, mirip dengan Tanah Lot. Pada sisi kiri dan kanannya terdapat tanjung yang bertugas untuk menahan ombak. Tempat yang menghadap arah barat ini paling pas untuk hunting momen Sunset.

Kalo bosan dengan view dari bawah bisa coba naik “ratusan” sedikit anak tangga di arah barat untuk melihat crystal beach dari atas tebing, di sebelah utaranya bakal ada deretan mangrove milik Nusa Ceningan 🙂 *dan … ritual eyegasm kesekian dimulai

Oh ya, baru dipantai ini kita ditagih uang parkir :lol:, ya itung-itung kita turut membantu perekonomian di pulau ini 🙂

#tips: masukkan koor ini di maps googlemu -8.715396, 115.459083 (Crystal Beach). Dari peta posisi Crystal Beach ke Pasih Uug nampak dekat, tapi sayangnya itu hanya ilusi, realitanya kalau mau ke pasih uug kita harus memutar ke tengah dulu (petanya).
Nusa Penida - Golden Egg of Bali

Mata Air Seganing

Berjarak sekitar 15km dari pelabuhan Toyapakeh, ke arah barat daya (south-west) tepatnya di daerah desa Sebuluh. Terdapat sebuah air terjun / mata air bersih yang airnya langsung menuju laut lepas. Konon katanya dulu penduduk sekitar mendapatkan air bersih dengan cara mengambil dari mata-air tersebut, jadi dibuatlah akses jalan dari atas tebing ke mata air jauh di bawah sana. Medannya berbentuk dari batu alami / batu kapur, dan semakin ke bawah semakin curam. Untuk safety nya cuma ada pagar pembatas terbuat dari kayu yang mulai dimakan usia. Ok, medan ini termasuk serius, perlu fisik OK en mental kuat. Salah cari pijakan bisa jatuh dari tebing, kalo beruntung nyangkut di pagar pembatas, kalo sial bisa langsung kebawah 🙄

Untuk pintu masuk bisa check ini (-8.760599, 115.491296), patokannya setelah ketemu perempatan tanah aspal, terus aja lalu belok kanan.. sampai ketemu tanah offroad, berarti sudah betul. Tinggal jalan sampai ketemu rumah dari jerami kecil di pinggir tebing.

#tips: yang punya phobia ketinggian lebih baik urungkan niat kesini, daripada cuma diam di pintu masuk jadi tempat penitipan tas.
#tips2: hindari saat hujan / setelah hujan, karena licin.
P.S : karena sempat ada insiden jatuh “kecil” waktu turun en babak-belur, jadi cuma ada photo ala kadarnya dari HP 🙄

Mata Air Seganing

Mata Air Seganing

Yak, sekian tempat-tempat yang berhasil di review singkat. Aslinya masih banyak lagi hidden treasure yang bisa di jelajahi di pulau ini, namun sayang waktu tidak memungkinkan :p

Overall, pulau ini termasuk GPSable, bisa di explore sendiri – cukup bermodalkan smart phone dengan GPSnya, dan pastinya koneksi internet buat “show direction” kesana-kemari. Untuk alamnya sendiri kesannya masih alami, gersang, sepi, dengan kontur landscape yang bisa bikin ngelus dada 🙂

Aku cuma berharap biarlah Nusa Penida seperti ini sedia kala, tanpa sentuhan investor asing yang mematok setiap hektar tanah di pulau ini hanya untuk dibagun villa / resort, mungkin tidak sekarang, dan mungkin tidak 100 tahun lagi.

secuil #tips:

  • Antisipasi kehabisan tiket kapal, datang lebih awal, stand by dari 06:30 untuk safenya.
  • Buat yang ga bisa hidup tanya sinyal inet buat update status tiap waktu, bisa coba bawa operator ind**** ato sim**** 2 operator itu masih mumpuni, meski cuma Edge/GPRS. Tapi tetep … jangan berharap banyak :p
    Dan menurut pengalaman dengan operator “dua+satu” 95% mostly pasti No service.
  • Untuk penginapan akomodasi, kita stay di Namaste Bungalow (daerah Sakti) yang punya orang France suami-istri, yang suaminya fasih bahasa indo, dan istrinya fasih english, super recommended service, I had a great time during the trip. Untuk reservation bisa langsung email yang ada di webnya 😀
  • Untuk sewa motor bisa juga dari Namaste Bungalow, tanya pricelistnya via email.
  • Untuk urusan perut, selalu sedia air + roti berlebih di tas… karena di daerah tengah / jauh dari keramaian kota bisa dipastikan susah buat cari makan (disini warungless, apalagi restaurant :roll:).
  • Bonus: modal peta buta yang GPSable (sungguh maafkan kalo ada yang sampe nyasar pake peta ini) :’)
    https://www.google.com/maps/d/edit?mid=z3rJU_6GT2AY.kQ9Z_k44_GCw (update on progress)

Thanks buat teman-teman seperjuangan.
Thanks untuk alam Nusa Penida.
See you when I see you.

Cheers,
Febry Hadinata

PS: Photo cover = photo camera hape + ditambah filter instagram + vscocam + dijahit di photoshop.
PS.2: Photo lainnya, bukan kamera hape 🙂

Advertisements

Written by Febry Hadinata

17 December 2014 at 12:45

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. cerita dan fotonya bikin ngilu setengah mati, haha.. joss

    Sadam

    5 May 2015 at 13:05

  2. […] itu pun itupun labil, tapi better Indosat). Kalau mau tanpa guide bisa dicoba pakai maps-nya mas febryhadinata (ijin ngelink […]

  3. Nusa Penida selalu di hati.
    salam bang febry

    YANDARYDL

    21 February 2016 at 07:45

  4. Indah nya bali 🙂

  5. Gila pemandanganya.The white cliffs of Normandy’s Alabaster nya Indonesia nih

    Zulfan Helmi

    23 May 2016 at 09:51


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: