Febry Hadinata Wordpress

Jinhae – Endless Canopy of Cherry Blossoms

with 21 comments


Jinhae

Okay, harusnya blog kali ini jatahnya bahas Nusa Lembongan dan Ceningan, tapi kayanya yang ini udah urgent harus diangkat duluan … ini kisah jalan-jalan sekitar 2.5 taun lalu, iya aga expired, tapi berhubung banyak yang nanya via line, jadi ya udah mari kita tulis :”) Sempat di blog sebelumnya (yang katakanlah itu 2 taun lalu :|) aku bahas perjalanan ke seoul, dan sempet ada bahas kata-kata Jinhae nya … nah makanan apa itu Jinhae? simak terus sampe abis blog ini ๐Ÿ˜‰

Setiap orang pasti punya memorable moments, moment yang meski telah berjalan satu-dua-tiga bahkan puluhan tahun tapi masih tetap mengena dihati, begitu ingat, kita masih bisa membayangkan detail tiap moment itu. Nah semua orang pasti punya, entah itu yang baik dan buruk sampe yang miris nan galau. Ok, tenang kita ga akan bahas yang galau-galau disini :’). Kalo ditanya apa itu memorable moment versiku? jawaban salah duanya sudah pasti kisah di Jinhae 2 tahun lalu, masih sepaket kisah perjalanan Let’s get lost in south korea. Moment 2 hari 1 malam di sebuah kota kecil berjarak ribuan km dari ruang nyaman kosku ๐Ÿ™‚

Kisah dimulai dari H-10 sesaat visa korea di approve, mepet? iya, banget! Rute semula yang cuma Seoul – Busan – Seoul pun harus berubah menyesuaikan tema traveling “Let’s get lost”, tanpa curcol lagi, langsung konsultasi ke mbah google tanya jodoh place must-visit during spring in South Korea. Dan resultnya lumayan buat ngiler, ada festival sakura di seluruh daratan Korsel mulai dari Seogwipo, Hwagae, Gurye, Gwangyang, Jeju, Jinhae dan Icheon. Setelah di list dari semua tempat serta pertimbangan tanggal datang – pulang, akhirnya pilihan jatuh ke Jinhae dengan festivalnya Jinhae Gunhangje Festival (์ง„ํ•ด๊ตฐํ•ญ์ œ).

NB : Meski kisah ini sudah tahunan berlalu, bukan berarti infonya kurang akurat ๐Ÿ™‚ Berkat mbah google + pengalaman pribadi… semoga info-info dibawah ini termasuk valid 99% :’) semua info aku kategorikan per judul, jadi yg butuh info tertentu bisa langsung di scroll down ๐Ÿ™‚

Oke, sebelum bahas Festivalnya, kita bahas dulu kotanya … so here we go.

Jinhae

Jinhae district…

atau bisa disebut Chinhae (์ง„ํ•ด), merupakan bagian dari kota Changwon (as per 2010, dua kota tetangga, Masan – Jinhae bergabung menjadi bagian kota Changwon). Terletak pada bagian selatan dari provinsi Gyeongsangnam-do, atau sekitar 30 km arah barat dari Busan (South korea’s second city). Dahulunya Jinhae adalah markas pangkalan angkatan laut saat dijajah negara Jepang. Dan sejak tahun 1951 ada kesepakatan joint military antara Korsel – US, maka Jinhae menjadi pangkalan angkatan laut bersama antara kedua negara ini. Nampak dari sisi selatan yang memang berbatasan dengan laut.

Untuk casingnya, kota yang di selimuti kurang lebih 340.000 pohon sakura ini memang cocok jadi tuan rumah event cherry blossom terbesar se-Korsel. Kontur landscape kota ini termasuk lengkap, sisi utara dan timur dikelilingi barisan bukit yang mayoritas dihuni oleh pohon pinus, sisi selatan dan barat dilengkapi view perpaduan laut, kapal dan kota tetangga Geoje as pemanisnya. Kesan pertama kota ini masih jauh dari suasana crowded (meski hari festival sekalipun), rapi, dingin, bersih, masih banyak bangunan tua minimalis (old style). Udara masih bersih, mungkin karena populasi pohon disini lebih banyak dari jumlah penghuni kota ini, dan jarang terlihat macet meski saat itu hari-hari festival. Kalau untuk moment sakuranya sendiri biarkan photo yang berbicara ๐Ÿ™‚

Jinhae

Jinhae

Jinhae

Jinhae

Endless canopy of cherry blossoms …

Seperti sudah disebut diatas Jinhae Gunhangje Festival, merupakan festival cherry blossom terbesar di negara ini, berlangsung dari tahun-ke-tahun semenjak tahun 1952. Konon katanya sekaligus memperingati sosok admiral Yi-Sun-Shin yang punya peran penting mengalahkan Jepang semasa perang dunia II (Imjin War). Event ini berlangsung pada akhir Maret – awal April. Dan sesuai namanya event terbesar, sudah pasti masuk list must-visit warga lokal maupun turis, dalam setahun tercatat jumlah pengunjungnya bisa mencapai 2 juta. Untuk tanggal festivalnya sendiri hampir sama tiap tahunnya 1 – 10 April. Namun masalahnya jadwal mekar cherry blossomnya termasuk galau setiap tahun bergantung cuaca.

Jinhae

Event selama 10 hari ini aktifitas acara utamanya ada di Jungwon Rotary (daerah tengah kota) dan berlangsung dari pagi hingga sore, rundownย acara tahunan juga bisa dilihat di websitenya. Suasana festival disana bisa dibilang mirip dengan bazar / pasar malam disini, perbedaan besar yang mencolok adalah luas venuenya, disana area festivalnya hampir satu kota Jinhae. Dari sudut-ke-sudut kota bisa dipastikan ada venue / spot menarik yang wajib hadir. Berjalan dari spot-ke-spot lainnya bisa dijangkau dengan jalan kaki, tapi buat yang males jalan bisa juga naik bus/taxi, yang perlu dicatat adalah papan petunjuk disini masih dalam bentuk tulisan hangeul semua :’)

Hanami …

Konon, katanya mengincar best-moment untuk Hanami – (a.k.a flower-vieweing salah satu tradisi orang Jepang) – itu aga-aga tricky. Banyak faktor yang perlu diperhitungkan. Bunga sakura (atau cherry blossom) biasanya mulai mekar saat perpindahan dari musim winter ke spring, semua tergantung dari angin hangat yg lewat. Rute angin hangat ini dari selatan menuju utara, bisa dilihat dari jadwal festival yang selalu di mulai dari seogwipo (jeju – selatan) perlahan menuju utara (Busan Jinhae Hwagae – Daegu – Seoul – Incheon). Jadi yang datang terlalu awal bisa langsung explore daerah selatan, yang terlalu telat bisa harap-harap cemas masih ada sisa-sisa sakura di Seoul / daerah Incheon.

Ok, ini informasi buat yang belum tau aja, bunga sakura (cherry blossom) biasanya mempunyai tiga fase kehidupan #cieekehidupan : first-bloom – full bloom (peak) – fall, semua itu hanya dalam hitungan hari, 10 – 14 hari.

Jinhae

Detail : bit.ly/fhjinhae

Pertama saat awal first-bloom, beberapa tunas mulai mekar, bunganya berwarna pure-white dengan sedikit corak pink muda di dekat stem-nya.

Kedua saat full-bloom (peak) biasanya 5-7 hari setelah first-bloom, warna mulai berubah menjadi merah muda dan ada aroma wanginya. Ini biasanya best-time kebanyakan orang buat ajang selfie-wefie dengan background rentetan pohon sakura (dan kalo pas kamu “super-hoki”, canola flower -bunga kuning warnanya- juga akan bermekaran diwaktu yang sama).

Ketiga yang terakhir adalah fall atau “gugur” normalnya 4-5 hari setelah Peak, tapi bisa juga lebih cepat tergantung angin atau hujan.

Masing-masing orang punya preference / taste tersendiri, ada beberapa yang suka dengan moment saat first-bloom, dimana beberapa tunas sakura baru mekar satu per satu. Sedang mayoritas lainnya lebih suka saat full-bloom dimana bunga sakura berwarna pink tua.

Berita baiknya, kalian sudah tau riwayat 10-hari kehidupan sakura plus jadwal-jadwal blossom tahun sebelumnya … Untuk jadwal tahun berikutnya biasa akan dipublish dalam bentuk forecast (ramalan) 2 bulan sebelumnya. Nah berita buruknya adalah … bisa dibilang forecastnya termasuk langganan meleset (bisa dicheck dari forecast 2014 dan 2013 bandingkan dengan realnya). Jadwal pastinya baru akan terlihat mepet-mepet hari H – 10, biasanya check manual ke tripadvisor / baca news di web visitkorea.

NB : benernya warna sakura tergantung jenis spesies dan varietasnya, tapi skip ya, ga akan dibahas disini, karena jenis sakura itu ada nano-nano, ramee.ย bukan karena dulu nilai biologiku ga pernah tembus dari 40

Jinhae

Sweet spot …

Ok, jadwal sakura sudah dapat, sekarang tinggal update spot cantik buat bikin momentnya. Nah di Jinhae ada beberapa spot yang wajib kunjung selama disini, aku list beberapa yang masuk most wantednya :

1. Yeojwacheon Stream (์—ฌ์ขŒ์ฒœ-๋ฒš๊ฝƒ๋ช…์†Œ)
a.k.a Romance Bride, tempat ini merupakan best spot untuk ber-Hanami-ria (flower-vieweing). Jembatan kayu dengan dikelilingi pohon sakura kurang lebih sepanjang 1,5 km ini juga di lewati sungai kecil ditengahnya, view atas bisa melihat pohon sakura, view bawah aliran sungai dengan deretan canola flowernya. Tempat ini open public 24 jam biasanya ramai pengunjung saat siang – malam hari (disini ada juga tradisi Yozakuraflower-viewing saat malam hari). Untuk yang mau sepi ambil moment landscape tanpa banyak orang, bisa coba pagi antara jam 6AM – 8AM.

Jinhae

Jinhae

Jinhae

 

2. Anmin Hill (์•ˆ๋ฏผ๊ณ ๊ฐœ)

Spot tracking ber-Hanami terpanjang yang ada di Jinhae, dengan total panjang jalan 9 km menghubungkan Taebaek-dong dengan Anmin-dong. Dua per tiga dari panjangnya – 6km ini di tutupi oleh pohon sakura ๐Ÿ™‚ Dari sini juga bisa terlihat beberapa bukit yang mengelilingi Jinhae (Ungsan, Sirubong, dan Cheonjabong) bonus laut Jinhaeman. Tempat ini lebih mirip konsep eco-green-park yang memanjang 9km daripada jalanan umum yang menghubungkan Jinhaeย denganย kota Changwon, hampir setiap 100 meter di pinggir ada bangku untuk istirahat / nongkrong cantik. Ini juga tempat favorit ahjussi – ahjumma buat jogging.

Cara kesini : naik bus 551 atau naik Taxi, bilang ke ahjussinya minta diantar ke Anmin Hill (์•ˆ๋ฏผ๊ณ ๊ฐœ)

Jinhae

Jinhae
Jinhae

Jinhae

3. Jehwangsan Park (์ œํ™ฉ์‚ฐ๊ณต์›)

a.k.a Jinhae Tower, tower satu ini letaknya di pusat kota dekat dengan rotary tempat main stage festival jinhae, cara menemukan spot ini juga termasuk gampang, tinggal cari bangunan tinggi diatas bukit ๐Ÿ™‚ Jinhae Tower merupakan simbol dari kapal perang korea, berdiri di atas anak tangga yang berjumlah 365 buah. Diatas anak tangga ada tower / pagoda yang di lantai 1 dan 2nya terdapat museum tentang sejarah jinhae, dari lantai paling atas juga bisa melihat pemandangan kota jinhae 360 derajat ๐Ÿ™‚

NB : Sudah lemas duluan baca anak tangga 365 buah? ada juga opsi lain buat naik ke atas, yaitu naik monorail car, one-way dari bawah ke atas 2.000 KRW, round trip 3.000 KRW.

Jinhae

Jinhae

Jinhae

 

4. Gyeonghwa Station (๊ฒฝํ™”์—ญ ๋ฒš๊ฝƒ๊ธธ)

Spot terkenal lainnya berada di sepanjang rel kereta api yang menghubungkan 2 stasiun (Seongjusa Station sisi utara dan Jinhae Station di sisi selatan). Dengan panjang kurang lebih 800 meter, di tutupi pohon sakura sampai membentuk tunnel dari pohon sakura, sewaktu kereta api lewat biasanya beberapa bunga sakura akan berjatuhan kayak di pilem-pilem :).
Cara kesini : dari Jinhae station naik bus 307 / 315 ke Gyeonghwa Station

Dan ini beberapa spot cantik lainnya yang bisa kalian explore sendiri bersama om Google ๐Ÿ˜‰

5. Jangboksan Sculpture Park (์žฅ๋ณต์‚ฐ์กฐ๊ฐ๊ณต์›)

6. Jinhae NFRDI Environment (์ง„ํ•ด๋‚ด์ˆ˜๋ฉด ํ™˜๊ฒฝ์ƒํƒœ๊ณต์›)

7. Republic of Korea Naval Academy

to Jinhae …

Ada banyak cara ke kota kecil ini untuk hunting sakura, salah dua yang paling gampang naik pesawat dari Seoul ke Busan, lalu dari Busan tinggal geser sedikit 30km ke Jinhae, salah lainnya bisa langsung dari Seoul naik kereta KTX / Bus. Ok, kita bahas satu-satu.

Seoul to Jinhae (Using Bus)
Untuk menggunakan bus, ada 2 cara :
1. Cara pertama, berangkat ke Express Bus Terminal (line 3 warna Orange) lalu naik bus lanjut ke Masan Express Bus Terminal (daerah Changwon)
Harga : 20,600 KRW (General) / 30.500 KRW (Special)
(247.000 IDR / 366.000 IDR dengan kurs 1KRW = 12 rupiah)
Lama tempuh : 4 jam
Jadwal : bisa langsung check ke sini kobus.co.kr (English), masukkan Origin : Seoul, dan Destination : Masan

Lalu setelah sampai di Masan Express Bus Terminal, bisa jalan sedikit ke arah barat lalu naik bus #760 atau #160. Atau jalan ke arah timur, lanjut naik bus #162. Detail semua ada di peta buta (bit.ly/fhmapjinhae)
Harga bus Masan – Jinhae : more or less 1.600 KRW (19.000 IDR)
Lama tempuh : 40 menit.

Masan - Jinhae by Bus

 

2. Cara kedua, kalau ga mau repot bisa menggunakan Intercity Bus (Bus antar kota), caranya ke Nambu Bus Seoul Station (line 3 warna Orange) lalu pesan ticket disana untuk ke Jinhae (Gin Hae – ์ง„ํ•ด) Intercity Bus Station – better tunjukkan tulisan Hangeul / tunjuk peta saat pembelian tiket, karena beberapa nama region di Korea pelafalannya mirip.
Harga : 26,000 KRW (312.000 IDR)
Lama tempuh : 4 jam 30 menit.
Jadwal : 07:00 – 23:15

Subway from Myeong-dong to Nambu

#tips: (sewaktu di Seoul) cara ke Nambu Bus Seoul Station, bisa di lihat di photo atas, let say kamu start dari Myeong-dong Station, dari jalur 4 Biru, transfer ke jalur 3 Orange di Chungmuro, lalu berhenti di “Nambu Bus Terminal”, photo diatas dengan menggunakan apps Jihachul (Subway Korea) for iOs / for android. Jihachul termasuk aplikasi wajib buat kamu yang suka alergi susah baca rute subway. Apps ini support rute subway di Seoul, Busan, Daegu.

NB : Cara ke seoul dengan bus diatas bukanlah pengalaman pribadi, tapi dari beberapa sumber dan tanya di tripadvisor, semoga benar apa adanya ๐Ÿ™‚

Seoul to Jinhae (Using Train)
Untuk yang mau menghemat waktu bisa naik moda transportasi kereta, kereta ada 2 jenis, super cepat atau biasa. Buat yang “budget-bukan-masalah” bisa naik kereta KTX (mirip Shinkansen), aga mahal tapi lebih cepat. Untuk perjalanan kereta dari Seoul ke Jinhae ga ada yang direct (langsung), harus transit dua kali pemberhentian, bisa pilih transit di Samnangjin / Dongdaegu / Daejeon / Changwon. Jalur-jalur ini semua bergantung pada musim, saat mendekati festival jinhae gunhangje yang berlangsung pada akhir maret dan april, biasanya pihak Korail akan membuka jalur Seoul – Miryang – Jinhae (1x transit).

Untuk yang mau ke sini, sangat disarankan pre-booked advance (pesan ticket via webnya jauh-jauh hari), daripada kehabisan tiket kereta, mengingat event tahunan ini peminatnya banyak. Rute-rute dan lama tempuhnya bisa dilihat di web ini letskorail.com. Pemesanan via webnya paling cepat bisa dilakukan H-30 hari dan payment methodnya menggunakan Credit Card, bukti konfirmasinya bisa di print. Start berangkatnya dari Seoul Station (Line 4 warna Biru), pergi ke salah satu loket untuk tukar bukti konfirmasi e-ticket kita (sertakan passport juga), yang nantinya akan ditukar dengan ticket boarding lengkap dengan info jam, nomor gerbong dan seat nya.

Berikut panduan beli di letskorail.com :

  1. Travel Type pilih : Transfer
  2. Depature Time : pilih sesuai tanggal berangkat (hanya bisa H+30 hari kedepan)
  3. Departure / Arrival : Seoul – Changwon
  4. Tekan tombol Inquiry
  5. Akan keluar beberapa list jadwal + jenis keretanya, untuk cek Fare, bisa tekan tombol paling kanan. Mau book, tinggal tekan tombol “Select” satu paket 2x atas dan bawah (tekan tombol Select -misal- di kanan, Mugunghwa : Seoul – Samnangjin dan tombol Select di Samnangjin – Changwon).
  6. Masukkan data sesuai passport di form Booking Online, first name, last name, gender, passport number, nationality, dan email, lalu tekan Next.
  7. Berikutnya akan terlihat data yang sudah dimasukkan dan jadwal kereta, dan total yang harus dibawah, bagian bawah tinggal pilih Payment menggunakan Credit Card.

letskorail

Kemudian untuk pembelian kedua tinggal masukkan Depature / Arivalnya : Changwon – Jinhae, typenya : Direct. Setelah berhasil bisa print hasil email (kalau dapat email) / masuk ke menu My Reservation, masukkan data pre-book kamu. Setelah keluar resultnya bisa juga itu diprint. ๐Ÿ™‚

Kalau yang jadwalnya fleksibel ga mau pesan pre-book advance ticket, bisa juga beli ticket di loket. Gampang tinggal ngomong ke agassi (nonik2 korea) nya, mereka sudah support bilingual english, dan dijamin pasti dibantu kalo ada kebingungan. Atau kalo grogi ke agassinya, bisa juga beli ticketnya ke mesin otomatis, support english juga seperti photo di bawah-kiri. Tiga tahun silam rute Seoul – Miryang – Jinhae bisa ditempuh 3 jam 30 menit, contoh ticket photo bawah-kanan :).

NB : Rute Seoul – Miryang – Jinhae biasanya baru dibuka mendekati festival Jinhae Gunhangje, H-30 akan aku update lagi yang ini :p

Left : Auto ticketing machine | Right : Ticket 2 tahun silam Seoul - Miryang - Jinhae

NB.Update.30Mar2015 :
Nah bener, untuk rute singkat Seoul – Jinhae via transit 1x di kota Masan mendekati hari H festival baru di buka, berlaku untuk tanggal 31 Mar – 10 Apr 2015 (source : visitkorea). Caranya sama seperti di atas pesan diย letskorail.com kemudian masukkan Seoul – Jinhae (Travel Type : Transfer). Kemudian Select 2x, dan masukkan data diri lengkap, pembayaran menggunakan kartu kredit ๐Ÿ™‚

letskorail

Busan to Jinhae (Using Bus)

Buat yang mau berangkat dari Busan, bisa berangkat dari Seobu Intercity Bus Terminal via subway Busan ke Sasang Station (line 2 warna hijau) exit 3 atau 5. Cukup pergi ke loket tiket dan minta tujuan ke Jinhae (Gin Hae – ์ง„ํ•ด). Jadwal berangkat bus 06:00 – 22:00 dengan interval 15~20 menit keberangkatan, untuk harga tiketnya 5,100 KRW (60.000 IDR’an – harga per 2014). Nanti akan dapat ticket keterangan Platform dimana, tinggal ikuti sesuai nomor platform (diatas) dan antri yang tertib. Lama perjalanan sekitar 40~60 menit. Lokasi pemberhentian ada di Jinhae Bus Terminal. (Lokasinya ada di peta bersama)

Jinhae to Busan (Using Bus)

Nah informasi ini yang buat mau arah sebaliknya, balik dari Jinhae ke Busan. Bisa langsung ke Jinhae Bus Terminal, ke penjaga loket lalu beli tiket ke Busan (๋ถ€์‚ฐ์‹œ). Harga ticketnya 5,100 KRW (60,000 IDR’an – harga per 2014). Jadwal berangkat bus 06:00 – 21:30, dengan interval 20~30 menit sekali, tanpa nomor platform, nanti tinggal ikuti kerumunan orang buat antri. Lokasi pemberhentian ada di Seobu Bus Terminal.

Photo dibawah boarding-pass bus intercity Jinhae – Busan 3 taun lalu (2012-Apr-09), masih 4,700 KRW.

Jinhae

sleep eat move – repeat …

Bicara soal akomodasi … ini yg paling susah… khususnya cari info penginapan di jinhae .. di googling sana-sini resultnya bisa termasuk kasta Pelitt, di google maps dapet info hotelnya bahasa hangeul ๐Ÿ˜ di google lagi dengan nama hangeulnya, dijamin pasti resultnya serba hangeul (hangeul-ception) ๐Ÿ™‚ Oke sebetulnya di Jinhae jarang ada informasi hotel, yang googleable biasanya kota tetangganya Changwon, atau di Busan. Jinhae ke Changwon sekitar 30 menit’an (15km), ke Busan butuh 50 menit’an (30km).

Nah lalu tidur mana selama di Jinhae? Tenang, buat kamu traveler yang type “nyante-aja” bisa cek di sekitar rotary atau main stage area masih banyak hotel / motel yang sering dijumpai, tinggal cek satu-satu buat tanya available kamar kosong. Tapi sangat disarankan untuk pre-booked, mengingat festival disana banyak peminat, dikhawatirkan kehabisan kamar. Nah, tapi seperti dijelaskan di atas, hotel di Jinhae minim info. Ini tips, kamu bisa cari temanmu yang bisa bahasa korea, traktir mereka happy meal / eskrim, lalu minta tolong mereka untuk bantu book kamar di Jinhae ๐Ÿ™‚

Buat yang pingin coba hal / tantangan baru, bisa coba tidur di jimjilbang (tempat pemandian umum), ada info namanya Oasis Jimjilbang Tapi info yang satu ini belum aku check sndiri ya ๐Ÿ˜‰ yang penasaran bisa coba check streetview naver di sini (di depan itu oasis jimjilbangnya).

Untuk urusan perut atau kuliner disini, sebagian besar papan nama resto / tempat makan tulisannya hangeul semua. Sukur-sukur kalo kita masuk ke resto yang buku menunya ada photonya, jadi modal main tunjuk masih selamat makanan sesuai photo, meski mungkin soal rasa akan berkata lain :p Tapi buat kamu yang jalan disepanjang area festival harusnya makanan bukan masalah utama, pasalnya di area festival banyak pojangmacha (food stall kaki lima) yang menjual makanan street food, wajib coba! (tteokboki, corndogs, chicken skewers, odeng, twigim, hotteok). Cukup modal tunjuk, bayar 2000~3000 krw, perut dijamin kenyang :p

Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae

Photo-photo lainnya, atmosphere festival jinhae saat malam dan siang ๐Ÿ™‚
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae

Jinhae
Jinhae
Jinhae

 

Jinhae

Jinhae

Jinhae

Jinhae
Jinhae
Jinhae

Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae

Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae
Jinhae

Jinhae

Jinhae
Jinhae

Yak itulah secuil info yang bisa aku share untuk Jinhae dengan Cherry Blossom festivalnya, untuk detail petanya bisa check disini : bit.ly/fhmapjinhae dan buat yang mau “survey lokasi” bisa pake streetview milik Naver di bit.ly/fhjinhaeroadtrip (start dari area rotary main stagenya) ๐Ÿ™‚

So happy Hanami-ing!

In the cherry blossom’s shade there’s no such thing as a stranger – Kobayashi Issa

Cheers,

Febry Hadinata

PS: Semua photo dari kamera dslr, editing tone hanya dengan apps VSCO (apps mobile)

 

from hostel to motel … (tldr, too long don’t read :P)
oke ini secuil kisah disana harusnya off the record ;)) jadi sampai hari H saat itu, aku belum tau harus tidur mana saat tiba di Jinhae nantinya. Seperti ditulis diatas, cari info menginap disana itu beneran susah. Ya, sensasi tema “let’s get lost” mulai mengena, yang semula temanya jalan-jalan-cantik, mulai bergeser jadi jalan-jalan-galau. dan kegalauan makin menjadi-jadi saat kereta mulai masuk ke Jinhae, turun dari kereta entah bingung mau kemana. Cuma keliatan para marine (orang angkatan laut dengan seragamnya, bukan sedang cosplay sailormoon) yang berjalan kearah luar stasiun. Tiba disana sudah sore, jam sunset sekitar jam 6, impian hunting sakura dengan sinar sunset temaram pun buyar, perut mulai berontak efek duduk 4 jam di kereta, akhirnya tanpa sadar kaki dah auto-pilotย sendiri cari convenience store terdekat buat cari ganjel’an perut.

Ok, Perut sudah kenyang, namun galau belum hilang haha, jam setengah 7 setempat, akhirnya jalan ke arah rotary main stage area, sambil berharap ada yang bisa diajak speak-speak english. 4 – 6x coba tanya ke orang, hasilnya nihil. Selalu dibalas dengan bahasa korea sambil pandangan mata iba tapi gaya tangannya ngusir-ngusir ๐Ÿ˜ฆ Sampai akhirnya di main stage, ada beberapa pameran seputar Jinhae dan entahlah-apa-aja-itu-whatever, dari kejauhan nampak bidadari perempuan setengah baya lagi jaga stan 20-something, aura-auranya cantik + kaum terpelajar. oke, test tanya english, dan yes, dia bisa english, jebolan univ Canada yang memang orang Busan, somehow kebetulan lagi liburan dan jaga pameran disitu. Well, akhirnya tanya ke dia info hostel / hotel di Jinhae, dijelaskan dengan sabar kalo di sekitar sini ada banyak motel / hotel, tapi kalau musim festival gini mayoritas penuh (full booked), tapi masih bisa ke Busan / Changwon. Dan pun meski jawabannya barusan kurang memuaskan, tetep aja aku manggut-manggut. Sempat dia juga tunjuk-tunjuk suatu hotel ke arah tenggara (south-east).

Setelah selesai tanya, ngucapin makasih, pamit, lanjut berpetualang ke arah yg ditunjuk si doi. Ada jalan sekitar 1 km, keliatan bangunan tinggi, sekitar 5 lantai dengan ada logo motel (mangkok dengan api 3 biji, yes i’m talking about this logo) dan bertuliskan “Zzam motel” (์งฌ๋ชจํ…”). Sebelum masuk, aku sadar pasti resepsionisnya ga bisa bahasa inggris, dengan modal smart phone offline phrase korean dan komat-kamit latian bentar depan hotel, akhirnya PD masuk. Well, aga berbeda dari ekspektasi awalku yang kirain bakal ketemu pelayanan hotel yang disambut resepsionis agassi cantik ramah welcoming kita … tapi nyatanya cuma ada resepsionis kecil serba tertutup hanya ada jendela kecil ukuran 1 meter x 40 cm, dan dibaliknya samar-samar disambut ahjummaaa. Lalu dengan modal korea pas2an hasil “nyontek” tanya stok kamar kosong, harga berapa, dan mau lihat contoh kamarnya. Setelah dikasih lihat contoh kamar di lantai satu, lalu ok, Deal. Waktu itu harga per malam 1 kamar 60,000 KRW (iya, mahal kalau dibandingkan ekspektasi awal hostel yang cuma 18,000 KRW, tapi gpp daripada tidur kedinginan di bangku taman, ikhlas keluar segitu ;))).

Kasih passport + 60,000 KRW, namun yang diambil hanya uangnya, passportnya dicuekkin ala kadarnya. Ok baru tau juga kalo Motel disana antara sombong / emang trust sama customernya ga perlu identitas diri. Ok dunt care, simpan lagi passportku. Ambil kunci, lalu naik lift ke lantai 4. Buka kamar dan ya harga segitu emang sepadan sama fasilitasnya, ruangan cukup comfy, bersihh, meski aga remang-remang, ada samar-samar tercium bekas bau rokok. Fasilitas termasuk lengkap ada TV, Sofa, Kasur, Hairdryer, Kopi susu gula, kamar mandi dalam (bathtube) dan PC (iya kamu ga salah baca, PC personal computer, di korea memang motelnya / hotelnya kebanyakan dilengkapi 1 unit PC). Ok, taruh tas, ganti pakaian lalu lanjut ke tempat selanjutanya, spot-sejuta-umat Yangcheon Stream.

Nah lanjut, waktu mau keluar hotel sekilas terlihat banyak stiker ukuran 3R ditempel dekat pintu masuk. Sekilas lewat, cuekin, dua kilas lewat, cuekin, tiga kilas, oke stop penasaran, stickernya bergambar cewe cakep yang dibagian dibawahnya ada no aneh 212-3145. Ok, ga ngerti, lanjut cuekin. Dari hotel jalan ke arah Yangcheon stream, ada sekitar 30 menit hanya bermodalkan GPS dari hape, situasinya mirip seperti yang ditulis di atas, seperti bazar / festival tapi ini berlangsung di satu kota, banyak keluarga muda-mudi pasangan disini, yang jomblo harap kuat mental. Puas cuci mata, acara lanjut balik ke hotel, karena besok pagi masih mau photo sakura dan sunrise ke tempat yang sama ๐Ÿ™‚

Sehabis mandi en siap-siap mau tidur. Mata ngasih sinyal kalau belum ngantuk, mungkin efek excited “totally lost” di kota orang ๐Ÿ™‚ Atau karena mungkin hari-hari sebelumnya tidur di hostel dormitory with stranger, dan ini di Jinhae dapat private room ๐Ÿ™‚ Iseng-iseng check amenities hotel di meja, ada standard kopi, gula, pisau cukur, sikat gigi + odol, cotton bud, dan kotak ukuran persegi … iseng buka, ternyata kondom … ๐Ÿ˜ฎ Ok, langsung loading, kalo diruntut perlahan, berarti sticker di depan hotel, dengan gambar cewe sekseh dan nomor random itu berarti bisa ditelpon, dipanggil, tapi gimana juga manggilnya? secara korea cuma bisa spikk anyeonghaseoooo oke cukup … dan kesimpulan akhir … berarti ini ceritanya stay 1 malam di Love motel ;”))

(maaf ga diphoto, ga enak diliat orang, cowo paruh baya sendirian, motoin sticker kayak gitu di depan love motel :’)) ..

Jadi buat kalian yang memang masih polos seperti aku, perlu diketahui rata-rata hotel di Korsel (bukan cuma di Jinhae, tapi di Seoul / kota-kota lainnya), sebagian besar jenisnya Motel, Love Motel. Bentuk resepsionisnya seperti yang aku jelaskan di atas, registrasi tanpa perlu menyertakan passport / ID, untuk Checkout kamar pun juga tanpa perlu ke resepsionis, cukup tinggalkan kunci kamar di box kecil di lift / depan resepsionis ๐Ÿ˜‰

Kalau iseng bisa coba check di agoda en pilih beberapa kota besar Seoul / Busan, dan bisa lihat interior beberapa love motel #initips #iniwawasan #inikonten23plusplus ๐Ÿ™‚ oke Sekian.

Advertisements

Written by Febry Hadinata

29 January 2015 at 23:55

21 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Sadis reportnya, lengkap banget! Foto2nya juga keren2! Thanks for sharing, bro. Really appreciate it! Omong2, brp lama bikin posting ini?

    Metty

    4 February 2015 at 19:14

    • Hi Met,
      Postingan yang Ini kurang lebih 30 hari, ngetik + edit photo sesempatnya ๐Ÿ™‚ Thanks sudah mampir ๐Ÿ™‚

      Febry Hadinata

      4 February 2015 at 22:46

  2. wah keren mas foto-fotonya..itu tripnya tanggal berapa mas? kalau 18-24 maret ini kira-kira dapet cherry blossomnya nggak ya #envy #excited ๐Ÿ˜€

    • Hi Ismi, kalo diterawang dari trendnya tanggal 18-24 Maret, kayanya harap-harap cemas bakal bloom di Jeju … tapi lebih pastinya H-7 check lagi deh ๐Ÿ™‚
      Thanks dah mampir, have fun ๐Ÿ™‚

      Febry Hadinata

      6 February 2015 at 00:26

      • Hai Mas Febry salam kenal, suka baca isi blognya Mas Febry

        Wah aku tanggal 18-19 akan mampir ke Jeju Mas, mudah-mudahan dapat momentnya disana hehe ๐Ÿ˜€ nanti aku cek lagi deh..Thanks mas sudah sharing ๐Ÿ™‚

  3. foto fotonya sukses bikin mupeng >,<

    Fiqrotul Ulya

    8 April 2015 at 10:22

  4. Oh my god! benar-benar full banget informasinya. thanks banget kak ๐Ÿ˜€

    Icha cha

    22 April 2015 at 12:25

  5. hai! boleh tau ga tipe SLR nya apa? dan pakai lensa apa ya? ๐Ÿ˜€ thank you so much

    Ken

    27 May 2015 at 22:15

  6. hi mas mau tanya, itu naik train dr seoul ke jinhae harganya 51.600 won ya?

    Chaerul

    1 June 2015 at 18:00

  7. loved ur Pict! nice shoot..
    Salam kenal mas Feb..
    How about autumn season? do you have any idea?

    AyuSaputri Pue

    5 June 2015 at 13:02

    • Untuk Autumn season umur Fall Foliagenya relatif lebih lama daripada Spring.
      biasanya ada tanggal untuk first color (daun kuning) ~ peak color (daun merah).
      Untuk lokasi bisa coba :
      – Soeraksan – Inje (Gangwon-do) 3-Oct ~ 19-Oct
      – Jirisan Mountain – Sancheong (Gyeongsangnam-do) 11-Oct ~ 24-Oct
      – Naejangsan Mountain – Jeongeup (Jeollabuk-do) 21-Oct ~ 6-Nov
      – Gwanaksan Mountain
      – Odaesan Mountain – Pyeongchang (Gangwon-do) 5-Oct ~ 21-Oct
      – Juwangsan Mountain – Cheongsong (Gyeongsangbuk-do) 15-Oct ~ 27-Oct
      *tanggal Autumn diatas diambil dari data taun 2013 ๐Ÿ™‚

      Selebihnya coba googling2 lagi ๐Ÿ™‚

      Febry Hadinata

      7 June 2015 at 18:16

  8. duh..gambarnya indah banget. kalau kira2 tgl 12 apr masih dapet ngak yah liatnya? jalan seharian anmin hill- yeojwan stream dan gyeonghwa station kira 2 dapet ngak yah? transportasi dari anmin hill ke .Yeojwacheon Stream ke Gyeonghwa Station naik apa yah?

    hilda

    1 July 2015 at 07:27

  9. kira2 kalau kesana ke jinhae perginya tgl 11 atau 12 april tahun ni apa masih rame ngak yah? trus kira2 cherrynya apa masi blossom? apa masih worthed untuk diliat kalau festivalnya telah ditutup? kebetulan pesawat saya landing tgl 11 apr di busan. kira2 ada spot bagus lain ngak feb di busan tempat liat cherry ,canola, dll blossom?

    hilda

    28 February 2016 at 05:56

    • kalo melihat forecast taun ini 2016 http://tong.visitkorea.or.kr/img/vk/enu/cms/content/71/2372271_1_1.jpg
      kayanya first-bloom taun ini termasuk early dari taun2 sebelumnya.

      Untuk Jinhae, mirip sama Busan, sekitar tgl 25-maret first bloom, full bloomnya sekitar hari ke 7 – 10 (tgl 1-3 april 2016).

      Kalo tgl 11 Apr 2016 baru landed di Busan, bisa di check masih ada sisa sakura / ranting aja. Kalo tinggal ranting aja, berarti explore daerah utara, kejar ke daerah Cheongju, Chungju, lalu ke Seoul. Seoul full bloomnya tgl 14 April 2016 ๐Ÿ™‚

      Febry Hadinata

      11 March 2016 at 11:22

  10. Beautiful pict! Bagus ๐Ÿ™‚

  11. Salam dari malaysia. Pic nya memang nyata sangat bagus! Saya merancang bawa keluarga ke sini. Saya di Busan 2 April, dan mahu ke Jinhae 3 April pagi, selepas itu terus ke Seoul petang. Mahu tanya beberapa soalan:

    1) Saya sudah beli pass KTX Korail Pass 3 days. So naik KTX lah. From Busan to Masan station betul ya? Ini saya dapat dari blog orang lain. Di Masan, tukar keretapi Mugunghwa ke station Jinhae. Berapa masa di ambil plus minus masa perjalanan?

    2) Busan-Masan-Jinhae-Masan-Seoul dalam satu hari. Gimana jadual keretapi KTX dan Mugunghwa adakah kerap?

    3) Ada storage locker di Station KTX (Masan)?

    4) Gimana mau check jadwal di Korail website? Error saja haha. Atau hanya berfungsi di website Hangeul?

    Terima kasih mas!

    Lost In the City

    30 March 2016 at 15:23

  12. Soal makanan itu hati2 bagi yg muslim jgn sampe yg ada daging babi(๋ผ์ง€)nya…yg enak klw musim dingin atw semi makan (kalbitang) ๊ฐˆ๋น„ํƒ• harga antara 7000-8000 won spt soto daging sapi tp kuah nya bening atw yugejang ์œ ๊ฐœ์žฅ 7000-8000 won (sayur di campur daging sapi ada kuah nya).
    Klw hotel/motel rata2 one night love mas…ga perlu passport atw id card…klw hotel nya besar bernama br pakai passport.

    Basuki

    1 April 2016 at 10:52

  13. hai mas… ngiler liat ceritanya, pengen kesana… btw, boleh ga pinjem info ttg jinhae plus foto2nya? aku lg buat FF ttg liburan ke jinhae, nah selain dr google aku minjem info tempat2nya mas, kan ini keliatan real krn pengalaman sendiri… tenang nt aku tulis sumber blog-nya mas ^^~

    iLoveSpring

    1 May 2016 at 21:05

  14. Dear mas febry
    Gambarnya bagus bagus banget ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ ini juga kemungkinan aku mau ke korea taun depan. Mau coba ke jinhae juga (didrakor banyak banget adegan yang mereka mau ke jinhae/jinan) jadi pengen liat ๐Ÿ˜Š
    Mau tanya mas kalo mau ke jinhae dari seoul naik mobil kira2 butuh waktu berapa jam yah?
    Rutenya lewat mana aja ya?
    Thankyouu jawabannya

    Natasha

    12 July 2016 at 14:32


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: